Langsung ke konten utama

Postingan

Bunda, Malaikat Pelindungku

“Apa yang kuberikan untuk Bunda tersayang. Tak kumiliki sesuatu berharga untuk Bunda tercinta. Hanya ini kunyanyikan senandung dari hatiku untuk Bunda, hanya sebuah lagu sederhana lagu cintaku untuk Bunda “ Sepenggal bait lagu ini menggambarkan, betapa berharganya seorang Bunda untukku. Saat aku menangis, Bunda memelukku. Saat aku terjatuh, Bunda membantuku untuk bangkit. Saat aku lelah, Bunda memberikanku semangat dan saat aku sakit, Bunda menjagaku. Dia lah malaikat tanpa sayap yang Tuhan berikan di dalam hidupku. Dahulu saat aku baru menginjak bumi   dan membuka mata, aku yakin dia adalah sosok yang   pertama kali tersenyum dan tertawa bahagia. Sosok cantik yang aku lihat seperti   bidadari yang berada di bumi. Sosok tangguh yang aku lihat hampir tidak pernah meneteskan air mata di pipi. Sosok yang selalu menjadi inspirasi hidup ketika aku mencari arti cinta dan kasih sayang. Dia adalah Bundaku tersayang. Kata orang tidak ada manusia sempurna di dunia ini teta...
Postingan terbaru

April

Aku hanya rindu perihal kamu Katanya rindu itu sunyi Tapi mengapa hati ini terus berteriak memanggil namamu Katanya rindu itu berat Tapi mengapa bibir ini tersenyum saat mengingat tentang kamu Akuu..... Seorang kekasih hati Pemilik cinta sejati untuk hal yang bernama janji Pengagum perasaan sebaris puisi Untuk kamu yang aku cintai Hai kamu, Yang sedang berada dialam mimpi Apakah kamu merasakan cinta ini? Ternyata, ada hal yang lebih indah dari mentari pagi Kamu hadir di April pagi ini Aku ingin berkata, tersenyum, bahkan menangis Kamu tidak perlu khawatir Aku menangis bukan karena sedih, melainkan bahagia Yaa.....aku bahagia takdir membawa kita menjadi sedekat ini Jika ribuan orang bertanya apa yang membuat ku bahagia Maka jawabannya adalah kamu Kamu tahu? Aku senang ketika kau menentang ku, berkata bahwa hal ini tidak baik dan hanya bersama mu lah aku bisa beragumen dengan logika Kemudian, dengan sebuah pelukan mampu meluluhlantakan semua itu Aku senang meliha...

F.

Untuk kalian, F. "Baru saja berakhir, hujan di sore ini". Apa kabar? Sudah lama kita tidak berjumpa sejak perpisahan di bulan Januari. Aku maklumi itu semua. Aku mengerti keadaan kalian. Percayalah, aku menulis ini semua bukan karena ingin mencuri perhatian kalian atau mungkin mendramatisir keadaan yang terjadi. Sama sekali tidak. Aku menulis ini semua hanya karena rindu. Apakah kalian juga merasakannya? Setidaknya, mengingat bagaimana dulu kita bersama, mengingat bagaimana kita menangis lalu tertawa atau mengingat bagaimana kerasnya berjuang dan mudahnya menyerah. Lucu rasanya ketika mendengar nama kalian aku masih bisa merasakannya walaupun hanya sedikit untuk mengingatnya. Aku masih ingat betapa lucunya saat nama F terbentuk dan kita menjadi sekumpulan manusia-manusia yang sempat terbelenggu dengan cinta. Aku tidak peduli, apakah aku menyimpan memori untuk kalian atau tidak. Yang aku tahu, aku merasakannya. Cukup aku. Maaf aku sempat membuat kalian kecewa atas segala sikap...