Untuk kalian, F.
"Baru saja berakhir, hujan di sore ini".
Apa kabar? Sudah lama kita tidak berjumpa sejak perpisahan di bulan Januari. Aku maklumi itu semua. Aku mengerti keadaan kalian.
Percayalah, aku menulis ini semua bukan karena ingin mencuri perhatian kalian atau mungkin mendramatisir keadaan yang terjadi. Sama sekali tidak. Aku menulis ini semua hanya karena rindu. Apakah kalian juga merasakannya? Setidaknya, mengingat bagaimana dulu kita bersama, mengingat bagaimana kita menangis lalu tertawa atau mengingat bagaimana kerasnya berjuang dan mudahnya menyerah.
Lucu rasanya ketika mendengar nama kalian aku masih bisa merasakannya walaupun hanya sedikit untuk mengingatnya. Aku masih ingat betapa lucunya saat nama F terbentuk dan kita menjadi sekumpulan manusia-manusia yang sempat terbelenggu dengan cinta.
Aku tidak peduli, apakah aku menyimpan memori untuk kalian atau tidak. Yang aku tahu, aku merasakannya. Cukup aku. Maaf aku sempat membuat kalian kecewa atas segala sikap yang aku buat, membuat kalian merasa bahwa aku banyak berdrama selama ini. Maaf atas segala sikap kekanak-kanakan yang membuat kalian muak. Aku tau aku salah dan aku terlambat untuk menyadarinya. Perjalanan memang banyak bercerita. Ada kalanya perjalanan menjadi manis seperti aku yang memakan permen, tapi ada saatnya itu menjadi pahit seperti aku yang tidak sengaja meminum obat. Kehidupan seringkali membuat aku merasa terbang lalu jatuh.
Percayalah, saat ini aku tersenyum walaupun tidak sempat mengucapkan kata berpisah saat kalian pergi. Aku bahagia. Tugasku sudah cukup. Kini, saatnya kita menemukan jati diri dan kebebasan masing-masing. Hahaha aku bercanda. Aku berharap kalian di sana dalam keadaan baik-baik saja. Kita bahagia bersama di jalan yang berbeda. Kalaupun akhirnya harus menyerah, setidaknya aku pernah berjuang untuk kalian. Harapanku semoga suatu saat nanti kita dapat bertemu dan menceritakan segala hal.
"Bersamamu ku habiskan waktu senang bisa mengenal dirimu."
Terima kasih F. Aku rindu kalian, itu selalu"
21:37, 5 Maret 2016.
"Baru saja berakhir, hujan di sore ini".
Apa kabar? Sudah lama kita tidak berjumpa sejak perpisahan di bulan Januari. Aku maklumi itu semua. Aku mengerti keadaan kalian.
Percayalah, aku menulis ini semua bukan karena ingin mencuri perhatian kalian atau mungkin mendramatisir keadaan yang terjadi. Sama sekali tidak. Aku menulis ini semua hanya karena rindu. Apakah kalian juga merasakannya? Setidaknya, mengingat bagaimana dulu kita bersama, mengingat bagaimana kita menangis lalu tertawa atau mengingat bagaimana kerasnya berjuang dan mudahnya menyerah.
Lucu rasanya ketika mendengar nama kalian aku masih bisa merasakannya walaupun hanya sedikit untuk mengingatnya. Aku masih ingat betapa lucunya saat nama F terbentuk dan kita menjadi sekumpulan manusia-manusia yang sempat terbelenggu dengan cinta.
Aku tidak peduli, apakah aku menyimpan memori untuk kalian atau tidak. Yang aku tahu, aku merasakannya. Cukup aku. Maaf aku sempat membuat kalian kecewa atas segala sikap yang aku buat, membuat kalian merasa bahwa aku banyak berdrama selama ini. Maaf atas segala sikap kekanak-kanakan yang membuat kalian muak. Aku tau aku salah dan aku terlambat untuk menyadarinya. Perjalanan memang banyak bercerita. Ada kalanya perjalanan menjadi manis seperti aku yang memakan permen, tapi ada saatnya itu menjadi pahit seperti aku yang tidak sengaja meminum obat. Kehidupan seringkali membuat aku merasa terbang lalu jatuh.
Percayalah, saat ini aku tersenyum walaupun tidak sempat mengucapkan kata berpisah saat kalian pergi. Aku bahagia. Tugasku sudah cukup. Kini, saatnya kita menemukan jati diri dan kebebasan masing-masing. Hahaha aku bercanda. Aku berharap kalian di sana dalam keadaan baik-baik saja. Kita bahagia bersama di jalan yang berbeda. Kalaupun akhirnya harus menyerah, setidaknya aku pernah berjuang untuk kalian. Harapanku semoga suatu saat nanti kita dapat bertemu dan menceritakan segala hal.
"Bersamamu ku habiskan waktu senang bisa mengenal dirimu."
Terima kasih F. Aku rindu kalian, itu selalu"
21:37, 5 Maret 2016.
Komentar
Posting Komentar